header-int

BUDAYA MATEMATIKA DAN MATEMATIKA BUDAYA: BEKAL CALON PENDIDIK MATEMATIKA

Selasa, 29 Des 2020, 10:19:06 WIB - 61 View
Share
BUDAYA MATEMATIKA DAN MATEMATIKA BUDAYA: BEKAL CALON PENDIDIK MATEMATIKA

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat, memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mengembangkan teknologi pendidikan. Inovasi dalam bidang pendidikan juga mengalami perkembangan yang pesat. Pada kurikulum 2013 di pendidikan dasar dan menengah, terdapat dua hal yang harus diintegrasikan dalam pelaksanaannya yaitu pendidikan karakter dan literasi (Kemendikbud, 2018).

Salah satu bentuk pengintegrasi pendidikan karakter dan literasi dalam pembelajaran yakni dengan melibatkan unsur budaya, khususnya kearifan lokal dalam pembelajaran di sekolah. Sehingga peserta didik nantinya bisa menjadi generasi yang berkarakter dan mampu menjaga serta melestarikan budaya sebagai landasan karakter bangsa. Penanaman nilai budaya penting untuk dilakukan sejak dini pada setiap individu. Sehingga setiap individu mampu lebih memahami, memaknai, dan menghargai serta menyadari akan pentingnya nilai budaya dalam menjalankan setiap aktivitas kehidupan .

Menurut Anas MA, M.Pd (salah satu dosen tadris matematika), praktik budaya dapat memungkinkan tertanamnya berbagai konsep bidang keilmuan, termasuk juga konsep-konsep matematika. Konsep matematika merupakan produk budaya dengan hasil berupa abstraksi pikiran manusia, serta sebagai alat memecahkan masalah. Dalam suatu budaya dapat tercipta berbagai ide matematis sesuai dengan bentuk budaya yang ada di lingkungan tersebut. Oleh karena itu kajian matematika dalam budaya sangat dibutuhkan, karena matematika merupakan konstruksi sosial-budaya, produk budaya, dan terkandung dalam budaya.

Pengintegrasian budaya dalam pembelajaran matematika menggunakan perspektif budaya yang terkait dengan berbagai aktivitas matematika seperti mengelompokkan, berhitung, mengukur, merancang bangun, bermain, menentukan lokasi dan lain sebagainya.

Berdasarkan uraian di atas, beliau berpesan “calon pendidik harus memiliki bekal yang mumpuni khususnya dibidang matematika dan budaya. Karena materi matematika di sekolah sudah masuk dalam tahapan HOTS yang mana soal tersebut membutuhkan daya nalar tinggi dan berbasis local wisdom. Serta mampu menumbuhkan budaya matematika kepada peserta didiknya agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif yang baik. Selasa, 29 Desember 2020

Unidha Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017.
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube